Samsung boleh berbangga hati menjadi
produsen handset terbesar di dunia saat ini.
Beragam model perangkat mobile besutannya
selalu laku keras di pasaran. Namun
sayangnya, teknologi kamera yang dipunya
belum bisa disejajarkan dengan para
pesaingnya yang sudah menyematkan
megapixel tinggi beserta fitur-fitur canggih.
Apalagi, sejumlah perangkat yang dirilis
tahun ini datang dengan fituroptical image
stabilization, sementara belum ada perangkat
Samsung yang menawarkan OIS tersebut.
Makanya, pecinta fotografi mengharapkan
modul kamera Samsung bisa menjadi lebih
baik dari waktu ke waktu.
Berdasarkan hal tersebut, Samsung berencana
menggabungkan dua divisi berbeda menjadi
satu. Dua divisi yang dimaksud adalah divisi
wireless dan divisi kamera. Divisi bisnis
nirkabel di Samsung Electronics merupakan
industri pendukung secara keseluruhan,
termasuk bahan/material, suku cadang dan
modul. Divisi bisnis nirkabel menjadi
penyedia semua komponen untuk rantai
pasokan yang khusus dioptimalkan untuk
produksi smartphone, baik itu prosesor, layar
sentuh, kamera hingga casing.
Bila penyatuan kedua divisi benar terrealisasi,
maka divisi kamera dan divisi pembuat
ponsel di Samsung nantinya bakal bekerja
secara langsung dengan satu sama lain,
sehingga mereka akan dapat bekerja lebih
baik.
Namun, mengingat skala integrasi saat ini,
kemungkinan hasil terbaik belum dapat
dicapai dalam waktu yang dekat. Jadi,
melihat Galaxy S5 sudah memiliki optical
image stabilization nampaknya menjadi hal
yang mustahil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih anda telah mengikuti posting ini ,ikuti posting berikutnya