Rencana untuk menyatukan beberapa
operator seluar sedang digodok, demi
mendukung pertumbuhan layanan
telekomunikasi selular di masa depan.
Prediksi itu pun kini mulai terbukti. Banyak
kalangan sudah memprediksikan bahwa suatu
saat akan terjadi merger antar operator
selular, mengingat jumlahnya yang terlalu
banyak jika dibandingkan negara lain. Dengan
ada sepuluh operator yang beroperasi di
Indonesia, baik berbasis GSM maupun CDMA,
sudah bisa dibayangkan bagaimana ketatnya
persaingan yang terjadi. Apalagi penetrasi
layanan telekomunikasi selular sudah
mencapai 120 % dengan jangkauan mencapai
95 persen jumlah populasi penduduk.
Kondisi tersebut memang menguntungkan
dari sisi konsumen. Tarif layanan menjadi
murah akibat efek dari ketatnya kompetisi.
Namun di sisi operator selular, hal ini
membuat kondisi mereka semakin tertekan.
Pemasukan mereka semakin menipis akibat
perang tarif baik voice, sms maupun data.
Padahal mereka juga dituntut melakukan
investasi yang tidak sedikit guna menuju era
layanan akses data berkecepatan tinggi (4G).
Di sisi lain, pemanfaatan alokasi frekuensi
yang terbatas jumlahnya, menjadi tidak
efisien dan kurang maksimal. Karena harus
dibagi-bagi ke sejumlah operator yang ada,
membuat tiap operator mendapatkan jatah
yang terbatas. Padahal ke depannya
diperlukan alokasi frekuensi lebar untuk
menunjang layanan 4G. . Para operator itu
mulai menatap masa depan. Bicara masa
depan itu jasa data ujar Alexander Rusli,
Presiden Director & CEO Indosat.
Langkah merger pun akhirnya dikemukakan
sebagai jalan keluar. Hal itu pun yang
belakangan ini santer terdengar. Yaitu adanya
upaya XL yang ingin mengakuisisi Axis. Dan
adanya rencana untuk menggabungkan semua
operator layanan CDMA. Idealnya Indonesia
hanya butuh empat atau lima operator
ungkap Ketua Umum Asosiasi Telepon Selular
Indonesia (ATSI), Alex J Sinaga yang juga
Direktur Utama Telkomsel.
Rencana merger antara XL dan Axis pun
masih terus berjalan. Badan Regulasi
Telekomunikasi Indonesia sudah membentuk
tim evaluasi terkait rencana ini. Begitu pula
dengan usulan penggabungan operator CDMA
yang dinilai mendesak agar bisa bertahan di
tengah kompetisi. Hal ini juga diungkapkan
oleh Muhammad Budi Setiawan, Dirjen
Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika
Kementerian Kominfo. Paling mendesak
untuk berkonsolidasi itu di CDMA. Soalnya
mereka terbatas frekuensi di 850 MHz
dimana masing-masing hanya sekitar 5 MHz
kepemilikannya. Tren ke depan data
kecepatan tinggi yang butuh frekuensi lebih
lebar, ujarnya.
Pembicaraan ke arah akuisisi antar operator
CDMA pun sudah mulai dilakukan. Ada
pertemuan dengan operator CDMA
membahas hal itu ujar Eka Anwar, Direktur
Marketing Bakrie Telecom, ketika ditanya
masalah rencana merger operator CDMA. Hal
tersebut juga diakui Alexander Rusli, yang
mengungkapkan para pemain CDMA sudah
membentuk tim kecil membahas rencana
konsolidasi. Kita mengaji untuk membuat
satu entitas baru dimana akan bersama-sama
melakukan investasi dari frekuensi yang telah
terkonsolidasi dan nantinya akan menyewa
kapasitas dari perusahaan baru itu ungkapnya.
Namun rencana merger antar operator masih
terganjal berbagai kendala. Terutama terkait
masalah regulasi. Seperti masalah
kepemilikan blok frekuensi setelah melakukan
merger. Karena menurut regulasi yang ada
operator tidak bisa mengalihkan alokasi
frekuensi ke pihak lain begitu saja. Namun di
sisi lain juga belum ada peraturan yang
mengatur masalah ini jika terjadi merger
antar operator. Yang penting dari masalah ini
adalah bagaimana melakukan penataan ulang
alokasi frekuensi ujar Nonot Harsono,
anggota Badana Regulasi Telekomunikasi
Indonesia (BRTI). Menurut Nonot, kebutuhan
dan kepentingan operator lain juga menjadi
pertimbangan dalam penataan ulang
frekuensi, sehingga terpenuhi unsur keadilan.
Selain itu ada hal lain yang perlu diselesaikan
terkait rencana merger operator. Seperti
indeks persaingan usaha, pengaruh pada
konsumen, komitmen terhadap pembagunan
dan masalah administrasi bisnis lainnya.
Namun bukannya rencana merger ini
menemui jalan buntu. Muhammad Budi
Setiawan mengatakan secara prinsip
pemerintah mendukung adanya konsolidasi,
melihat jumlah pemain sudah terlalu banyak.
Kita akan siapkan aturan nantinya jelasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih anda telah mengikuti posting ini ,ikuti posting berikutnya