Twitter baru saja
mengumumkan bahwa situs
mikrobloging tersebut
menderita kerugian bersih US
$645 juta atau sekitar Rp7,9
triliun pada 2013.
Pengumuman ini hanya berselang tiga bulan
setelah sahamnya resmi diperdagangkan di
Bursa Saham New York, AS.
Mengutip BBC, kerugian sudah diprediksi oleh
para analis yang menggarisbawahi bahwa
Twitter, walau merugi juga mencatatkan
kenaikan pendapatan signifikan, yaitu naik
110% menjadi US$665 juta tahun lalu.
Namun hal yang mengkhawatirkan bagi
investor adalah perlambatan pertumbuhan
jumlah pengguna.
Twitter rata-rata memiliki 241 juta
pengguna pada kuartal terakhir 2013, atau
naik hanya sekitar 3,8% dari kuartal
sebelumnya.
Ini merepresentasikan perlambatan jika
dibandingkan dengan laju pertumbuhan
sebesar 10% pada awal 2013.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih anda telah mengikuti posting ini ,ikuti posting berikutnya