Thema62
|
|
Kamis, 05 Desember 2013
Gara-gara WhatsApp, Operator Merugi
Kecanggihan teknologi yang
tersedia dalam smartphone
berbuntut pada kerugian
sebagian besar operator
telekomunikasi. Kerugian
tersebut khususnya terjadi pada
merosotnya pendapatan dari
layanan short massage services
(SMS).
Perusahaan riset teknologi,
Ovum, merinci bahwa operator
global diprediksi merugi 23
miliar dollar AS dalam bisnis
SMS pada akhir 2012.
Hal ini terjadi karena pengguna
smartphone beralih ke aplikasi
pesan gratis, seperti WhatsApp.
Riset tersebut juga meramal
kerugian yang lebih besar, yakni
mencapai 54 miliar dollar AS,
pada 2016.
"Pesan sosial menjadi lebih luas
dan para operator berada di
bawah tekanan untuk
mendorong pendapatan
komponen pesan dari bisnis
komunikasi mereka," papar
Neha Dharia, analis konsumen
telekomunikasi Ovum, Kamis
(11/10/2012).
Menurutnya, para operator
perlu memahami dampak
aplikasi pesan sosial terhadap
perilaku konsumen, dalam hal
perubahan pola-pola komunikasi
dan dampak pendapatan SMS,
serta menawarkan layanan
yang sesuai.
Melalui WhatsApp, misalnya,
konsumen punya keleluasaan
untuk bertukar pesan secara
gratis dengan menggunakan
jalur internet nirkabel,
melampaui gateway SMS yang
membebankan biaya per pesan
atau untuk kuota per bulan.
"Level pertumbuhan akan terus
berlanjut saat smartphone dan
penetrasi mobile broadband
meningkat," lanjut Neha. Selain
WhatsApp, beberapa aplikasi
gratis juga menyebabkan
operator SMS tekor. Aplikasi
yang dimaksud adalah Pinterest
dan Fring.
Perlu diketahui, SMS
menyumbang 75 persen
pendapatan non-pesan suara
untuk perusahaan
telekomunikasi, secara global,
pada 2009. Namun, tahun ini,
pendapatan tersebut bisa
amblas hingga 47 persen.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
| Table Cell |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih anda telah mengikuti posting ini ,ikuti posting berikutnya