Ahmadirwan61, - Tahun 2013 akan
segera berakhir. Banyak produk
teknologi yang muncul pada tahun
ini, dan tak sedikit produk teknologi
yang punah alias tutup. Beberapa
yang hilang adalah mesin pencari
Altavistas, Google Reader, dan
legenda pemutar musik Winamp.
Melansir Mashable, Rabu 11
Desember 2013, banyak kematian
produk teknologi berkualitas terbaik
dan masih banyak peminatnya,
seperti Google Reader, HTC One,
dan iPhone 5.
Tapi, itulah potret produk teknologi.
Meninggalkan produk lama dan
segera membuat produk baru yang
lebih canggih adalah lumrah. Dan,
masyarakat harus mengucapkan
selamat tinggal untuk produk masa
lalu yang mungkin banyak
kenangan.
Dari puluhan bahkan ratusan
produk yang gulung tikar, ada
beberapa produk yang menjadi
sorotan. Berikut 10 produk
teknologi yang terpaksa harus
meninggalkan penggunanya.
1. HTC One
Pada April 2013, Facebook
memutuskan untuk memperluas
usaha di ponsel dengan
meluncurkan aplikasi baru di
Android, yaitu Facebook Home.
Meski aplikasi Facebook Home bisa
digunakan di berbagi perangkat
Android, tapi debut aplikasi itu
muncul melalui produk HTC One.
Sayang, aplikasi Facebook Home
dan HTC One tidak mendapat
sambutan meriah. Sepi tak
bergema. Aplikasi Facebook Home
tetap ada, tapi ponsel HTC One
menjadi salah satu ponsel berumur
terpendek, karena HTC langsung
meluncurkan produk yang lebih
baru: HTC One X.
2. iPhone 5
Pada September 2013, Apple
merilis dua ponsel pintar
terbarunya, iPhone 5S dan 5C yang
warna-warni. Selain warna
casingnya semarak, iPhone 5C
pada dasarnya memiliki spesifikasi
yang sama dengan iPhone 5, hanya
saja ada perbedaan pada kualitas
kamera.
Akibat memiliki spesifikasi yang
sama, Apple terpaksa menyetop
produksi iPhone 5. Umur iPhone 5
sangat pendek, masih kalah dari
iPhone 4S yang masih diproduksi.
3. Winamp
Sebelumnya iTunes hadir di jagat
pemutar musik digital, Winamp
telah melegenda di hati para
penikmat musik. Kemampuannya
dapat memutar CD, MP3, dan radio
di komputer, serta memiliki
tampilan antar muka yang
menarik.
Tapi, seiring berjalannya waktu,
Winamp kalah bersaing. Alat
pemutar musik itu tidak akan lagi
tersedia untuk diunduh setelah 20
Desember 2013. Sebentar lagi,
Winamp yang berumur 15 tahun
itu akan menjadi kenangan dan
bahan cerita untuk generasi anak-
cucu.
4. Turntable.fm
Pada akhir 2011, Turntable.fm
diluncurkan sebagai startup untuk
berbagi musik antarpengguna dan
memungkinkan para DJ
memainkan turntable virtual.
Sayang, pada November 2013,
Turntable.fm mengumumkan untuk
menutup layanan untuk selamanya.
Per 2 Desember 2013,
Turntable.fm resmi tidak bisa
digunakan lagi dan menjadi aplikasi
kenang-kenangan para DJ.
5. MySpace Classic
Pada Juni 2013, MySpace
meluncurkan kembali produk
barunya MySpace Classic. Produk
baru itu memiliki fokus besar untuk
layanan musik. Sangat berbeda
dengan bentuk MySpace yang
sebagai jejaring sosial di tahun
2000-an.
Sayangnya, di MySpace Classic,
semua konten lama pengguna, dari
foto, entri blog, komentar, dan
pesan telah hilang. Semua di-reset
menjadi baru. Itu membuat
pengguna kecewa lantaran
kehilangan kenangan-kenangannya
di masa lalu.
Meski sudah ditinggal para
penggunanya, My Space Classic
masih bisa diakses. Diperkirakan
akan benar-benar hilang mulai awal
tahun depan.
6. AltaVista
Pada Juli 2013 lalu, Yahoo resmi
menutup layanan Alta Vista. Pada
masa jayanya di akhir era '90-an,
Alta Vista adalah salah satu pelopor
mesin pencarian di dunia maya
berbasis web 1.0.
Situs yang beroperasi sejak 1995
itu merupakan salah satu mesin
pencarian pertama yang punya
konten indeks situs signifikan.
Keberadaannya sangat populer
sebelum Google meledak di awal
era 2000-an.
7. Lavabit dan Silent Circle
Layanan e-mail terenkripsi, Lavabit
dan Silent Circle, telah ditutup.
Penutupan itu diduga disebabkan
oleh khawatir terhadap tindakan
National Security Agency (NSA)
yang meminta data penggunanya.
Sebelumnya, diketahui Edward
Snowden berkomunikasi dengan
wartawan harian The Guardian,
Glen Greenwald, dalam hal
pemberitahuan isu penyadapan
dengan menggunakan e-mail yang
terenkripsi Lavabit dan Silent Circle.
Lalu, pada Agustus 2013 pendiri
Lavabit memilih menutup layanan
daripada memenuhi permintaan
federal Amerika Serikat untuk
menyerahkan data-data
penggunanya. Tak lama kemudian,
Silent Circle juga mengikuti jejak
Lavabit untuk gulung tikar.
8. Google Checkout
Pada tahun 2006, Google
meluncurkan Google Checkout
dalam upaya bersaing dengan
PayPal di dunia pembayaran atau
transaksi online. Tapi sayang,
layanan itu tidak pernah
diberlakukan untuk melakukan
pembayaran online oleh Google.
Lalu, pada tahun 2011, Google
Checkout digabungkan dengan
Google Wallet sebagai sarana untuk
menerima dan melakukan
pembayaran via Web. Tapi, pada
bulan Mei lalu, Google memutuskan
untuk menutup layanan Checkout,
kecuali digunakan untuk transaksi
di Google Play.
9. Blockbuster Video
Blockbuster merupakan layanan
penyedia film sewaan asal
Australia. Sayangnya, Blockbuster
masih sulit menembus pasar AS
karena memiliki saingan Netflix
yang berbasis Internet dan kios
rental Redbox.
Karena sulit meledak di AS karena
"dibendung" Netflix, Blockbuster
resmi menutup layanannya per
Januari 2014.
10. Google Reader
Pada Maret 2013 lalu, Google
mengumumkan akan mematikan
sejumlah layanan dalam rangka
"bersih-bersih" tahun ini. Salah satu
yang menjadi korban adalah Google
Reader, aplikasi aggregator berita
berbasis RSS buatan Google.
Lalu, per 1 Juli 2013, Google resmi
mematikan aplikasi Reader. Untuk
menyampaikan pesan ini pada
penggunanya, Google telah
membuat notifikasi pesan berupa
pop-up window pada layanan
Google Reader.
Di sana tertulis pesan, "Google
Reader will not be available after
July 1, 2013." Kini, rata-rata
pengguna Google Reader migrasi
ke layanan yang sangat mirip, yaitu
Feedly.com.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih anda telah mengikuti posting ini ,ikuti posting berikutnya