expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Thema62

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

Senin, 15 Oktober 2012

kisah para nabi


ADAM ADAM Ia diyakini sebagai manusia pertama di bumi. Tafsir Quran selama ini menyebut ia diciptakan di surga bersama Hawa (Eva). Terbujuk oleh Iblis, Adam dan Hawa "diturunkan" ke bumi. Doa "rabbanaa dhalamnaa anfusana wainlam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khasirin" (QS Al-Araaf: 23) diyakini sebagai doa Adam-Hawa yang menyesali kesalahan terbujuk Iblis. Keduanya terpisah dan Hawa, menurut legenda, diturunkan di daerah yang sekarang menjadi kota Jeddah - Saudia Arabia. "Jeddah" berarti "nenek" (Hawa). Legenda yang sama menyebut Adam dan Hawa bertemu kembali di Jabal Rahmah - kini di dataran Arafah. Maka Jabal Rahmah sering dijadikan simbol "cinta" atau "jodoh" oleh peziarah. Riwayat menyebut Adam-Hawa dikarunia putra-putri yang lahir berpasangan. Diantaranya adalah Qabil dan Iklima. Kemudian Habil dan Labuda. Qabil disebut bersifat kasar sedangkan Habil lembut hati. Qabil petani dan Habil peternak. Adam -atas ilham dari Allah-akan menikahkan Qabil dengan Labuda, dan Habil dengan Iklima. Qabil menolak. Adam mengharuskan keduanya melakukan korban. Yakni menaruh sayuran bagi Qabil dan daging bagi Habil di puncak gunung. Siapa yang korbannya "diterima", dia berhak memilih Iklima atau Labuda sebagai istri. Ternyata, menurut kisah ini, korban Habil yang diterima. Qabil kemudian membunuh Habil. Ia menguburkan saudaranya itu setelah melihat burung gagak mengubur gagak lain yang mati setelah keduanya berkelahi. Wallahua'lam. Allah yang maha tahu kebenaran kisah yang juga didongengkan kalangan Yahudi ini. Juga tentang kapan persisnya masa hidup Adam-Hawa. Apakah ia berada pada masa sebelum atau setelah "manusia purba" seperti Homo Erectus di Jawa, Homo Pekinensis di Cina atau manusia Neanderthal di Eropa. Yang pasti kisah tentang Adam dan keluarganya memberi pelajaran tentang perlunya keteguhan manusia menghadapi "iblis", tentang dosa, pertemuan laki-laki perempuan, ketulusan untuk berkorban, juga nafsu serakah manusia. AYUB AYUB Ayub adalah cicit Ibrahim. Ia anak Ish, putra Ishaq. Sedangkan ibunya adalah putri Luth. Besar kemungkinan ia salah seorang dari dua putri yang ditawarkan Luth kepada masyarakat Sodom untuk dinikahi. Hal yang ditolak oleh para penganut praktek homoseksual itu. Ayub tumbuh di Syam (Syria) dari keluarga kaya raya. Ia mewarisi seluruh kekayaan itu. Setelah dewasa, ia menikahi cucu Yusuf, yakni Rahmah -- anak Afrayim. Keluarga Ayub kemudian dikenal masyarakat Hauran dan Tih sebagai keluarga dermawan yang tiada tara. Ketaatan dan kedermawanan background image Page 3 of 22 Created by: نﺪﺒﻬﺷ itulah yang menggoda iblis untuk menguji Ayub. Allah pun menantang iblis sekiranya ia sanggup meruntuhkan iman Ayub. Masa ujian itu tiba. Mula-mula rumah dan seluruh kekayaan Ayub terbakar. Ayub tidak surut dalam pengabdiannya pada Allah. Kemudian seluruh anak-anaknya tewas setelah rumah mereka ambruk. Namun Ayub tetap sabar. Setelah itu, Ayub terserang penyakit kulit yang membuatnya diasingkan masyarakat sekitar. Itupun tidak menggoyahkan hati Ayub. Dua orang istri Ayub minta cerai. Ayub pun menceraikannya. Hanya Rahmah yang bersumpah setia untuk menemani Ayub hingga akhir hayat. Rahmah yang menggendong Ayub keluar desa begitu mereka diusir masyarakat setempat. Dia terus melayani keperluan Ayub, mencukupi kebutuhannya, bahkan menjual gelung rambut untuk keperluan makan. Masa itu, menjual gelung rambut adalah perbuatan yang dianggap hina. Delapan puluh tahun berlalu dalam cobaan itu. Ayub tetap merasa belum pantas untuk meminta kesembuhan dari Allah. Ia menganggap beban cobaan itu belum sebading dengan kesenangan yang pernah dinikmatinya. Namun Rahmah terus meyakinkan Ayub agar berdoa. Allah kemudian berfirman agar Ayub menjejakkan kakinya ke tanah. Air pun menyembul dari bekas jejakan kaki itu yang dipakainya untuk mandi dan minum. Ayub mendapatkan kesembuhan melalui air itu. Kisah Ayub dan Rahmah adalah potret ketabahan keluarga rasul dalam menerima cobaan. Mereka menunjukkan bahwa iman adalah segalanya, lebih dari sekadar harta, keluarga maupun pengakuan manusia. DAUD DAUD Daud lahir di Betlehem-Palestina saat kaumnya, Yahudi, mengalami krisis kepemimpinan. Ia keturunan Yahudza, salah seorang anak Nabi Yakub. Saat itu kekuasaan berada di tangan Jalut (Goliath) - pemimpin bangsa Palestina yang digambarkan memiliki sosok tubuh tinggi besar. Pada masa tersebut, bangsa Palestina tidak menuhankan Allah seperti yang diajarkan Musa dan para rasul terdahulu. Kegelisahan kaum Yahudi memuncak karena "tabut" milik mereka hilang. Tabut adalah kotak berisi kitab Taurat yang menjadi simbol kepemimpinan Yahudi. Pemuka masyarakat setempat, Samuel, meyakinkan kaumnya bahwa "tabut" itu akan kembali dan agar mereka mengangkat Thalut menjadi raja. Thalut seorang Yahudi biasa dan sangat sederhana. Kaum Yahudi sempat menolak usulan Samuel, namun akhirnya mereka menyepakatinya. Bagi bangsa Palestina, pengangkatan Thalut sebagai raja bagai sebuah pemberontakan. Perang pun terjadi. Jalut memimpin sendiri pasukannya. Di pihak Yahudi, Daud yang masih remaja ikut bertempur bersama dua kakaknya. Dengan mengandalkan kecerdikan, Daud bahkan mampu membunuh Jalut. Ia diyakini menggunakan semacam ketapel sebagai senjata. background image Page 4 of 22 Created by: نﺪﺒﻬﺷ Daud lalu diangkat menjadi Panglima Perang Israel, dan dinikahkan dengan putri Thalut. Popularitasnya di kalangan rakyat pun melesat yang memunculkan rasa iri pada Thalut serta anak- anak lelakinya. Beberapa kali upaya pembunuhan dilakukan, namun gagal. Pada saat yang sama, bangsa Palestina juga terus berupaya untuk kembali merebut kekuasaan. Thalut disebutkan tewas bunuh diri di pertempuran itu. Daud tampil menjadi raja. Melalui perang, ia mengalahkan saudara iparnya yang juga mengincar posisi itu. Sebagaimana Yusuf, Daud adalah rasul yang juga menjadi penguasa. Di masanya, kerajaan tumbuh kuat dan masyarakat menjadi makmur. Daud juga dikenal sebagai pemimpin yang adil. Ia mengembangkan sistem hukum sebagai pijakan bermasyarakat. Dalam pemerintahannya, ilmu metalurgi -ilmu tentang logam-juga berkembang pesat. Sejak itu, masyarakat Yahudi menjadikan Daud sebagai idola mereka hingga sekarang. Daud menjadi simbol bahwa kecerdikan (Yahudi) akan mengalahkan kekuatan apapun. Lambang kerajaan Daud, bintang bersudut enam, kini dijadikan lambang dan bendera Israel. Beberapa kisah juga dikaitkan dengan Daud. Di antaranya adalah bencana yang menimpa masyarakat nelayan Ailah. Konon Daud telah memperingatkan mereka untuk tidak menangkap ikan di hari Sabtu. Hari itu adalah hari ibadah. Namun mereka melanggar hingga terjadi bencana reruntuhan -mungkin gempa-yang menewaskan seluruh penduduk. Pertempuran pasukan Thalut dan Jalut yang menjadikan Daud pahlawan itu tampaknya merupakan perang pertama bangsa Yahudi dan Palestina yang terkisahkan. Pertikaian yang terus berlarut hingga sekarang. Hanya posisinya yang bertolak belakang. Dulu kalangan Yahudi yang umumnya memegang ajaran untuk mengesakan Allah, sekangan bangsa Palestina. DZULKIFLI DZULKIFLI Tak banyak riwayat mengenai Dzulkifli. Ia hanya disebut sebagai putra Ayub yang semula bernama Basyar. Tak dijelaskan apakah Basyar lolos dari kematian ketika semua anak-anak Ayub tertimpa reruntuhan rumahnya. Atau dia anak Ayub setelah rasul itu kembali sembuh. Dengan mengaitkanya pada Ayub, besar kemungkinan Dzulkifli tinggal di Syam atau wilayah sekitarnya. Quran hanya menyebut sekilas tentang Dzulkifli. Namanya disebut bersama Ismail dan Idris. Riwayat menyebut Dzulkifli mewarisi sikap sabar Ayub. Ia malah disebut sebagai sosok yang tak pernah marah, serta selalu menyelesaikan persoalan dengan tersenyum. Dikisahkan pula bahwa Dzulkifli kemudian ditunjuk menjadi raja, menggantikan raja terdahulu yang telah uzur. Adalah raja itu sendiri yang memilih Dzulkifli setelah ia memenuhi persyaratan yang diminta. Yakni bahwa calon pengganti itu haruslah seorang yang sanggup berpuasa di siang hari, background image Page 5 of 22 Created by: نﺪﺒﻬﺷ beribadah pada malam hari, serta seorang yang bukan pemarah. Beberapa kisah menyebut Dzulkifli, yang telah menjadi raja, berulang kali diuji agar terpancing marah. Ia lolos dari ujian itu. HARUN HARUN Harun adalah saudara sepupu Musa. Orang tua mereka kakak-adik. Hampir sepanjang masa kerasulannya, Harun selalu menemani Musa. Harun pula orang pertama yang dituju Musa begitu ia kembali ke Mesir dan ditunjuk menjadi rasul. Harun diajak Musa pula untuk menemui Fir'aun, menyampaikan dakwahnya. Dapat dikatakan Musa-Harun adalah "dwitunggal" dalam berdakwah. Musa seorang yang kuat, tegas dan pemberani. Namun ia kurang mampu berdakwah lisan secara baik. Sebaliknya, Harun pintar berdiplomasi dan penuh perhatian. Maka ketika memutuskan pergi untuk beruzlah ke gunung Sinai 40 hari, Musa menitipkan pembinaan umatnya pada Harun. Di saat Musa pergi itulah Harun mengalami peristiwa penting. Kaum Yahudi yang mereka pimpin mulai tergoda untuk menyembah berhala seperti yang dilakukan kaum-kaum lain saat itu. Harun berupaya mencegahnya. Namun keadaan telah berkembang negatif. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh Samiri, salah seorang pengikut Musa yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu tukang sihir kerajaan Fir'aun yang kemudian takluk pada Musa. Samiri mengumpulkan perhiasan emas dari para perempuan Yahudi. Ia meleburnya dan menjadikannya patung sapi. Sedemikian sempurna patung itu sehingga bila angin bertiup, patung sapi tersebut seperti bersuara. Samiri meyakinkan bahwa itulah Tuhan yang juga disembah Musa. Harun berusaha menghentikan praktek penyembahan patung sapi tersebut. Namun sia-sia. Penyembahan berhala itu baru terhenti setelah Musa kembali. Samiri berhasil diasingkan dan bahkan menderita depresi. Nama Harun memang berada dalam bayang-bayang Musa. Tapi Harun adalah kunci efektivitas dakwah Musa. HUD HUD Hud disebut sebagai cucu Nuh, dari putranya Sam. Bila benar, tidak cukup terjelaskan bagaimana ia bisa menjadi keluarga terhormat kaum Ad yang tinggal di Ahqaf, antara Yaman dan Oman, sementara kakeknya di Armenia. Kaum Ad disebut sebagai masyarakat yang makmur. Perekonomian berkembang pesat. Pada saat itu, gedung-gedung sudah terbangun megah. Para penduduknya dilukiskan sebagai orang-orang yang background image Page 6 of 22 Created by: نﺪﺒﻬﺷ cantik dan tampan. Namun mereka semua mengabaikan aspek spiritualitas. Mereka hidup berfoya- foya dan menyombongkan kemewahan. Hud mengajak mereka untuk mensyukuri kemakmuran itu dengan beribadah pada Allah. Mereka menolak. Mereka mempercayakan hidupnya pada berhala. Sampai kemudian datang musibah. Hujan sama sekali tak turun. Sungai dan sumur mengering. Ladang-ladang menjadi kerontang. Tanaman mati. Juga ternak-ternak. Hud kembali mengajak mereka menyembah Allah dan berdoa kepadaNya. Tapi mereka tetap mengagungkan berhala. Lalu tibalah gumpalan awan hitam. Hud melihat awan itu sebagai pertanda akan datangnya bencana atau azab Allah. Mereka justru menganggapnya sebagai awan yang akan mengucurkan hujan dari langit. Mereka bersuka cita, menduga berhala telah mengabulkan permohonannya. Gumpalan awan hitam itu ternyata badai gurun atau awan panas yang menyapu kota, selama tujuh hari tujuh malam. Kemakmuran kota kaum Ad tidak berbekas. Hud dan pengikutnya kemudian menetap di wilayah yang kini adalah Hadramaut. Di Timur kota Hadramaut itulah diyakini Hud dimakamkan. Kisah Hud, kaum Ad mengajarkan dan awan panas itu mengajarkan betapa fana kemakmuran dunia. IBRAHIM IBRAHIM Ibrahim berasal dari Babilonia, salah satu pusat peradaban masa itu selain Mesopotamia, yang kemudian dikenal sebagai wilayah Mausul. Kawasan itu terletak di antara sungai Efrat dan Tigris/Dajlah yang kini menjadi bagian negara Irak. Penguasa pada masa Ibrahim adalah raja besar, Namrud bin Kusy. Ayah Ibrahim, Azar, adalah pematung istana. Dialah pembuat arca yang disembah raja dan seluruh rakyat. Ibrahim seorang yang kritis pada masalah ketuhanan. Ia menggugat ayahnya yang menyembah patung buatannya sendiri. Di masa remaja, Ibrahim menghancurkan patung-patung istana, lalu mengalungkan kapak penghancurnya di leher arca terbesar. Ketika disidang, Ibrahim berkilah bahwa yang menghancurkan arca-arca itu adalah arca terbesar. Ia minta Namrud untuk bertanya pada arca besar itu. Tentu semua menjelaskan bahwa patung itu tak dapat berbuat apa-apa. Jawaban itu dibalik oleh Ibrahim dengan bertanya, mengapa patung yang tidak dapat berbuat apa-apa harus disembah. Riwayat yang ada menyebut Ibrahim dihukum bakar. Selama ini semua kalangan meyakini bahwa mukjizat Allah telah menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api itu. Ibrahim lalu hijrah ke Palestina. Perjalanannya dipenuhi dengan proses pencarian Tuhan yang dilukiskan dengan sangat indah oleh Quran. Ia sempat bertanya pada dirinya sendiri: apakah kerlap-kerlip bintang di langit itu Tuhan? Hal yang dibantahnya sendiri begitu malam berlalu dan bintang itu tenggelam. Hal serupa dipertanyakannya ketika bulan muncul, juga ketika matahari merekah. Semua itu mengantarkan Ibrahim pada sebuah kesimpulan: Tuhan adalah yang menciptakan semua itu. background image Page 7 of 22 Created by: نﺪﺒﻬﺷ Dalam perjalanannya ke Palestina, Ibrahim menikah dengan Sarah -putri Raja Chazan. Setelah tinggal beberapa saat, Ibrahim dan Sarah pergi ke Mesir. Oleh Raja Mesir, mereka dihadiahi pelayan bernama Hajar yang kemudian diajak ke Palestina. Sarah yang tak kunjung dikaruniai anak, mendesak Ibrahim untuk menikahi Hajar. Selanjutnya Ibrahim bersama Hajar menuju kawasan bukit batu yang gersang yang kini menjadi kota Makkah. Di sanalah Ibrahim membangun ka'bah, lalu ia kembali ke Palestina meninggalkan Hajar dan anaknya, Ismail. Ibrahim meninggal di Palestina dan dimakamkan di Hebron, Sinai. Makamnya hingga kini dihormati oleh pemeluk tiga agama, Islam Kristen maupun Yahudi. Ibrahim memang Bapak para nabi yang membawa tiga agama samawi tersebut. Lebih dari itu, Ibrahim adalah Bapak Monoteisme. Pencariannya terhadap Tuhan telah mengantarkan seluruh umat manusia terhadap prinsip "kemerdekaan" manusia untuk tidak terikat pada apapun kecuali Tuhan. Maka, Ibrahim adalah satu- satunya Rasul sebelum Muhammad yang umat Islam wajib melakukan ritual untuk menapaktilasinya berupa ibadah haji. IDRIS Tak banyak yang dikisahkan tentang Idris. Ia disebutkan lahir di daerah Munaf - Mesir. Ia juga diyakini sebagai nabi pertama yang menulis dengan pena. Wallahua'lam, apakah keyakinan tersebut berkait dengan kenyataan bahwa kertas pertama, yang disebut papirus, diciptakan oleh masyarakat Mesir. Idris disebut belajar agama dari Sis -anak Adam yang juga menjadi Nabi. Masyarakat terdahulu juga meyakini bahwa ia dibawa ke surga sebelum mengalami kematian. Mereka percaya, nabi Idris adalah satu-satunya manusia yang masuk surga tanpa pernah mati. Itu terjadi pada usia 82 tahun. Quran menyebut kisah Idris dalam Surat Maryam 56-57. Juga pada surat Al-Anbiya (Para Nabi) ayat 85-86. ILYAS Ilyas adalah salah seorang nabi dari kalangan Bani Israel. Ia adalah keturunan Harun, dan membimbing kaumnya di lembah timur Sungai Yordan. Saat itu masyarakatnya telah meninggalkan agama, dan kembali menyembah patung secara tidak rasional. Mereka menamai patung itu Ba'al, sehingga tempat tinggalnya dinamai Ba'labak. background image Page 8 of 22 Created by: نﺪﺒﻬﺷ Ilyas menyeru masyarakatnya untuk meninggalkan berhala tersebut. Namun mereka mengabaikannya. Secara arogan mereka malah menantang agar Tuhan yang disembah Ilyas menurunkan bencana kekeringan. Benar, kekeringan pun mendera masyarakat setempat. Kelaparan terjadi di mana-mana. Ilyas saat itu tetap mempunyai makanan dan minuman berkecukupan. Alih-alih menyadari kekeliruan, mereka malah mengejar Ilyas. Nyaris Ilyas tertangkap, namun ia selamat setelah bersembunyi di rumah seorang pemuda, Ilyasa, yang kelak juga akan menjadi rasul. Baru beberapa tahun kemudian, Ilyas berhasil menyakinkan warganya. Jika menghendaki kemakmuran, masyarakat agar meninggalkan berhala tersebut dan hanya menuhankan Sang Pencipta. Masyarakat pun mengikuti seruan tersebut. Kemakmuran pun mendatangi masyarakat setempat. Kisah ini mengajarkan bahwa kesuksesan dan kemakmuran dunia-akhirat akan terwujud bila masyarakat benar-benar menuhankan Allah Sang Pencipta, serra meninggalkan 'berhala' apapun. Padahal manusia sekarang cenderung menjadikan berbagai hal seperti karir, kekayaan materi, hingga popularitas sebagai berhala. ILYASA Ilyasa adalah rasul dari kalangan Bani Israel dari garis keturunan yang sama dengan Musa, Harun serta Ilyas. Nama Ilyasa disebut dalam kisah Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai Yordania. Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi sahabat Ilyas yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas tersebut begitu Ilyas meninggal. Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa. ISA Isa adalah keturunan Daud dan Sulaiman. Dialah rasul dari kalangan Bani Israel yang pengaruhnya menyebar hingga di luar kalangan Yahudi. Tahun kelahirannya hingga kini dijadikan dasar perhitungan background image Page 9 of 22 Created by: نﺪﺒﻬﺷ kalender Masehi. Adapun tanggal kelahirannya tidak pernah dinyatakan secara jelas. Yang pasti bukan tanggal 25 Desember yang sekarang diperingati sebagai Hari Natal, karena penentuan tanggal itu lebih dikaitkan dengan mitologi serta perhitungan astronomi menyangkut perubahan posisi bumi terhadap matahari. Kisah Isa diawali dari peristiwa kedatangan malaikat menemui Maryam yang tinggal di kamarnya di Baitul Maqdis. Maryam menyangka malaikat itu adalah laki-laki yang hendak menggodanya. Tapi sang malaikat menyatakan dirinya hanya diutus Allah untuk menyampaikan kabar bahwa Maryam akan punya putra. Sebuah kabar yang sempat tak dipercayai Maryam karena dirinya seorang perempuan baik-baik dan tak pernah berhubungan dengan laki-laki. Atas kehendak Allah, Maryam pun hamil. Baru menjelang abad 21, ilmu pengetahuan dapat menjelaskan bahwa secara teoritis manusia dapat mempunyai anak tanpa harus ada pertemuan antara sperma dengan sel telur, yakni dengan teknik kloning. Sekarang pun ilmu pengetahuan belum mampu menyingkap sepenuhnya fenomena kehamilan Maryam tersebut. Pada masa itu, kehamilan Maryam merupakan kontroversi besar. Dengan menanggung beban hujatan masyarakatnya, Maryam meninggalkan Baitul Maqdis. Kalangan Nasrani meyakini Maryam melahirkan Isa di tempat pengasingannya di Baitullahim (Betlehem). Quran hanya menjelaskan saat Maryam berlindung di bawah pohon korma. Allah memerintahkan Maryam untuk menjejakkan kaki untuk memperoleh air minum, serta menggoyang pohon itu untuk mendapatkan makanan. Kelahiran Isa mengundang tudingan keras pada Maryam. Mereka menganggap Maryam telah mencemarkan nama baik keluarganya karena mempunyai anak tanpa suami. Sekali lagi mukjizat terjadi. Isa yang masih bayi tiba-tiba berbicara menjelaskan mukjizat Allah tersebut. Isa juga memperlihatkan sejumlah mukjizat lagi ketika dewasa. Diantaranya adalah ketika ia membentuk seekor burung dari tanah liat dan burung itu tiba-tiba hidup. Ia -atas izin Allah-menghidupkan orang mati, menyembuhkan kebutaan seseorang yang dideritanya sejak lahir, serta mendatangkan makanan yang semula tak ada. Dengan berbagai mukjizat itu, Isa segera memperoleh pengikut yang banyak. Hal demikian mencemaskan kaum elit di wilayah Palestina tersebut, baik terhadap Romawi yang berkuasa maupun kalangan pendeta Yahudi. Militer saat itu segera memburu Isa dengan bantuan Yudas, seorang pengikut Isa yang berkhianat. Rumah persembunyian Isa diketahui. Isa pun digrebek. Di sinilah perbedaan pendapat kalangan Nasrani dan Islam mulai terjadi. Kalangan Nasrani meyakini Isa tertangkap dan dihukum salib. Penyaliban itu dianggap sebagai simbol pengorbanan Isa demi menebus dosa umat manusia. Sedangkan Quran menjelaskan bahwa yang ditangkap dan kemudian disalib bukanlah Isa melainkan orang yang wajahnya serupa Isa. Banyak kalangan menunjuk ucapan orang yang hendak dihukum salib "Eli, Eli lama sabakhtani (Tuhan..... ) sebagai bukti bahwa yang disalib tersebut bukanlah Isa. Mereka bahkan meyakini yang tersalib adalah Yudas. background image Tentang keberadaan Isa kemudian, para ahli tafsir meyakini bahwa Isa "diangkat Allah" ke akhirat. Sedangkan Jamaah Ahmadiyah berpendapat bahwa Isa lolos dari kepungan tersebut, lalu menyamar sebagai orang biasa, dan wafat secara wajar. ISHAQ ISHAQ Ishaq adalah anak dari istri pertama Ibrahim, Sarah. Ketika mengandung, Sarah sudah sangat lanjut usia. Saat itu ia diperkirakan telah berusia 90 tahun. Karenanya ia sangat heran: bagaimana mungkin dalam usia selanjut itu masih hamil. Berita tersebut sekaligus menjadi pelipur lara Ibrahim yang baru mendengar kabar sedih tentang perilaku orang-orang Sodom dan Amurah pada Luth. Ternyata Ishak lahir dengan sehat. Tak banyak terkisahkan riwayat hidup Ishak ini. Yang pasti ia banyak menemani ayahnya untuk berdakwah di daerah Kana'an dan Sam -Palestina. Ia kemudian menikahi Rifqah, cucu saudara Ibrahim bernama Nahur. Dari penikahannya itu, mereka dikarunia dua anak yakni Ishu dan Ya'kub. Ya'kub kemudian menjadi rasul pula. Orang-orang Yahudi sekarang adalah keturunan Ya'kub. Mereka menyebut nama kakek moyangnya tersebut "Israel" -nama yang kini diabadikan sebagai nama negara oleh orang-orang Yahudi. ISMAIL ISMAIL Ismail lahir di Palestina sebagai anak Ibrahim dari Hajar. Kelahirannya mengusik ketenangan istri pertama Ibrahim, Sarah, yang belum dikaruniai anak. Ibrahim pun mengajak Hajar dan Ismail meninggalkan Palestina, memasuki wilayah kering-kerontang yang tak berpenghuni. Daerah yang kini menjadi kota Makkah. Ia meninggalkan ibu dan bayinya di sana, dengan iringan doa yang bersungguh- sungguh agar Allah melimpahkan rizki kepada yang datang ke daerah yang menjadi "rumah Allah" itu. Di tempat itu, Ismail kecil menangis kehausan. Hajar lalu berlari antara bukit Shafa dan Marwah. Dalam tradisi gurun, orang yang mencari air akan menuju puncak bukit untuk melihat ke arah bawah ada-tidaknya burung-burung yang biasanya berkerumun di sekitar sumber air. Setelah tujuh kali berlari, Hajar melihat sumber air yang menyembul di cekungan bukit-bukit batu. Sumber air yang kemudian dikenal sebagai sumur zamzam. Keberadaan sumber air membuat para musafir singgah, dan sebagian malah menetap di sana. Ketika Ismail telah tumbuh menjadi remaja kecil yang lincah, sang ayah datang lagi. Dalam kunjungannya kali ini, Ibrahim mendapat perintah Allah melalui mimpi agar ia mengorbankan anaknya dengan menyembelih. Begitu diberitahu mimpi tersebut, Ismail malah mendorong sang ayah untuk tidak ragu melaksanakan perintah Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih anda telah mengikuti posting ini ,ikuti posting berikutnya

Table Cell